BUY to SELL or BUY to RENT DALAM INVESTASI PROPERTI

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Properti merupakan aset riil yang dapat terlihat wujudnya. Properti itu bisa berwujud Rumah, Kos-Kosan, Apartemen, Ruko, maupun perkantoran.

Investasi Properti banyak dipilih karena nilainya yang terus naik di masa mendatang. Namun, untuk melakukan investasi properti juga tidak sembarangan. Jalan satu-satunya bukan hanya dengan menjual di masa mendatang dan mendapatkan harga selisihnya. Kamu dapat mendapatkan keuntungan tak terduga dengan melakukan investasi properti.

Investasi Properti seperti yang kita ketahui, merupakan pembelian properti real estate yang ditujukan untuk mendapatan Return of Investment (ROI), baik itu melalui sewa, penjualan kembali maupun gabungan dari kedua faktor tersebut.

Nah, ada dua cara berinvestasi melalui properti paling umum yang dikenal oleh masyarakat luas :

Pertama, Buy to Sell/Flip, yaitu membeli sebuah properti di lokasi sunrise, kemudian properti itu di jual kembali, disaat harganya sudah meningkat. Contohnya jika Kamu membeli properti seharga Rp. 1 M dengan uang hanya Rp. 750 jt.
Kemudian dua tahun setelah dibeli, kamu bisa menjual properti itu sekitar Rp. 1,4 M.

Kedua, Buy to Rent, yaitu membeli sebuah properti di lokasi sunrise yang sangat mudah disewakan, ataupun yang sedang tersewa. Idealnya nilai sewanya adalah berkisar 7%/tahun dari harga properti itu.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam bagaimana berinvestasi yang benar, investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini serta tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan, ikuti webinar online Panangian School of Property.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *