KEBANGKITAN PROPERTI MEMBERI DAMPAK BAGI 174 SEKTOR LAIN

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Pengembangan di sektor perumahan tercatat memiliki dampak berlipat ganda bagi 174 sektor ekonomi lainnya atau setara Rp 48,8 triliun. 

Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, pengembangan perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja, karena setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan lima pekerja. 

Produksi dan perdagangan nasional juga dapat terdongkrak, mengingat 90 persen bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal. 

Dalam kesempatan lain, Panangian Simanungkalit, pakar properti mengungkapkan bahwa industri perumahan itu merangkaikan ratusan kegiatan jasa, perdagangan dan industri di hulu (bacward linkage ), dan di hilir (forward linkage).

Bila sebuah proyek perumahan mulai dikembangkan pada satu lokasi, misalnya, maka akan banyak kegitanan jasa, perdagangan dan industri yang terkait untuk mendukung pengembangan lokasi proyek itu.

“Pada tahap awal pengembangan akan hidup banyak sekali kegiatan mulai : jasa penggalian, pengurukan tanah, jasa transportasi dan angkutan barang, jasa desain, jasa arsitektur bangunan. jasa kontraktor, supplier bahan bangunan, industri semen, batu bata, batu kali, jasa warung tegal, jasa kos2an.” ujarnya, Rabu 10/03/21.

Menurutnya, setelah bangunan rumah mulai berdiri, akan mendorong lagi banyak kegiatan jasa, perdangan dan industri di belakangnya seperti : industri cat, jasa pengecatan, jasa penyambugam arus listrik, jasa intstalasi jaringan lisrtik dalam rumah, industri perlengkapan isi rumah ( pompa air, kulkas, televisi, dlsb).

“itulah rangkaian industri, jasa dan perdangan yang memiliki keterkaitan dengan bisnis properti. Konon menurut sebuah penelitian dicatat tidak kurang dari 174 kegiatan yang terkait degan pemgembangan proyek properti,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa faktor yang mendorong pengembangan proyek perumahan itu utamanya adalah permintaan dari pasar.

“Nah permintaan pasar saat ini masih melemah akibat pandemi, yang menyebabkan daya beli masyarakat yang menurun dan belum pulih.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *