INOVASI SERTIFIKAT TANAH ELEKTRONIK, AMAN KAH?

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Kabar baru datang dari Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) yang akan memulai penggantian sertifikat tanah fisik menjadi sertifikat tanah elektronik tahun 2021 ini.

Hal itu dilakukan sehubungan dengan berlakunya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 1 Tahun 2021, tentang Sertifikat Elektronik pada tanggal 12 Januari 2021.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Kementerian ATR Dwi Purnama mengatakan, program ini merupakan rangkaian dari transformasi digital yang sedang bergulir di Kementerian ATR/BPN, di mana tahun lalu telah diberlakukan empat layanan elektronik yang meliputi Hak Tanggungan Elektronik, Pengecekan Sertipikat, Zona Nilai Tanah dan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah.

Penyelenggaraan pendaftaran tanah secara elektronik akan meningkatkan efisiensi baik pada simpul input, proses maupun output, sekaligus mengurangi pertemuan fisik antara pengguna dan penyedia layanan.

“Selain sebagai upaya minimalisasi biaya transaksi pertanahan, hal ini juga efektif untuk mengurangi dampak pandemi,” kata Dwi dikutip dari CNN, Kamis 04/02/21.

Dilain kesempatan, pengamat properti sekaligus CEO Panangian School of Property berpendapat bahwa pergantian sertifikat elektronik merupakan salah satu kemajuan di bidang dokumentasi pertanahan, karena proses pengurusan sertifikat tanah akan lebih sederhana dan mudah.

“Di jaman sekarang ini, semua orang berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi.” ungkap beliau.

Disamping itu, seharusnya sertifikat tanah ini lebih aman, lanjut Panangian Simanungkalit. Karena sertifikat tanah sebelumnya lebih mudah dibuat aspal (asli tapi palsu), hanya dengan meniru cetakan fisiknya. Sehingga, melalui pergantian sertifikat ini, pasti lebih mudah di proteksi dari sisi pemalsuan, tentu saja dengan mengandalkan teknologi chip.

“Tetapi tetap ada resiko dari para hacker yang harus diantisipasi, Namun dengan kecanggihan teknologi sekarang ini, BPN pasti berupaya untuk mengamankannya.” tutup beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *