MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DISASAR UNTUK MENDONGKRAK SEKTOR PROPERTI

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]
*/ ?>

Kementrian PUPR melalui Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Eko D Heripoerwanto, mengatakan sektor properti selalu menjadi leading sector yang baik. Hal itu disampaikan dalam diskusi virtual terkait Proyeksi Arah Properti 2021, Rabu (24/2/2021).

“Sektor properti selalu dianggap menjadi leading sektor baik pada saat ini maupun masa akan datang. Maksudnya saat ini adalah masa pandemi covid-19, dan masa yang akan datang dimana new normal benar-benar berjalan,” kata Eko dikutip dari liputan 6.

Sementara itu dilain kesempatan, Pakar Properti Panangian Simanungkalit mengungkapkan pendapatnya terkait hal tersebut.

“Jelas yang disasar adalah masyaralat berpenghasilan rendah karena struktur pendapatan masyarakat di Indonesia masih didominasi oleh MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), dengan penghasilan < IDR 7 jt per bulan,” ujarnya.

Menurutnya, segmen pasar perumahan dengan daya beli seperti itu adalah segmen menengah-bawah, dengah harga dibawah IDR 300 jt. Jadi sangat jelas bahwa pasar perumahan yang terbesar adalah untuk kalangan MBR.

“Kenapa bisnis properti disebut2 sebagai leading sector karena bisnis perumahan menarik ratusan industri dibelakangnya ( bacward linkages), seperti : industri batu bata, besi beton, semen, dlsb. Kemudian industri perumahan juga mendorong ratusan industri di depannya ( forward lingkages ) seperti : industri cat, peralatan listrik, furniture dll,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *