KENAIKAN FLPP JADI ANGIN SEGAR UNTUK BISNIS PROPERTI

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengusulkan kenaikan bantuan pembiayaan perumahan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 2022 menjadi sebesar Rp23 triliun bagi 200.000 unit rumah subsidi.

Adapun tahun ini, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk dana FLPP sebesar Rp16,66 triliun bagi 157.500 unit rumah subsidi pada 2021.

Merespons hal itu, Panangian Simanungkalit, Pengamat Properti sekaligus CEO Panangian School of Property mengemukakan bahwa kenaikan jumlah dana FLPP bagus untuk meningkatkan jumlah keluarga penerima bantuan subsidi perumahan.

“Karena bagaimanapun FLPP itu kan ditujukan bagi segmen pasar khusus MBR ( masyarakat berpenghasilan rendah ). Sehingga positif dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Tentu hal ini berdampak bagi pelaku usaha properti atau pengembang juga sangat positif karena ditengah pandemi seperti sekarang ini hanya pasar segmen MBR yang masih bergairah, sedangkan pasar segmen dengan harga diatas MBR sangat terpukul.

“Lagipula jumlah pengembang yang menggarap segmen MBR sangat besar, bahkan hampir 76% dari seluruh pengembang swasta di Indonesia yang berjumlah sekitar 9000 an pengembang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *