DIGITAL DAN MEDIA SOSIAL JADI SOLUSI ALTERNATIF UNTUK PEMASARAN PROPERTI

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Pandemi COVID-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu membatasi semua kegiatan manusia di dunia, termasuk di Indonesia. Corona memang ‘menjangkit’ ke seluruh sendi-sendi perekonomian dunia mulai dari berbagai sektor tak luput dari imbasnya.

Misalnya, seperti perumahan juga menjadi salah satu sektor yang harus menahan tekanan berat dari pandemi ini. Tak ada lagi tenaga pemasar perumahan yang dengan ramah memberikan brosur dan daftar harga kepada calon konsumen. Tak ada pula maket rumah, apartemen sampai display megah yang dipamerkan di expo-expo properti bergengsi yang biasanya digelar berkali-kali dalam satu tahun.

Kondisi ini menjadi sangat parah ditambah dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan Pemerintah, sehingga potensi bertemunya pelaku usaha dan konsumen berkurang drastis.

Namun, belakangan ini muncul solusi alternatif yang digadang bisa membangkitkan dunia pemasaran, yaitu melalui digital. Dimana para pelaku usaha tidak perlu besusah payah bertemu lamgaung dengan konsumen, namun melalui media sosial atau dunia maya.

“Medsos menjadi salah satu media yg cukup efektif untuk menjangkau pasar perumahan di tengah pandemi seperti sekarang ini. Soal efektifitasnya bergantung pada strategi komunikasi yang dilakukan oleh para pengembang masing-masing,” ungkap Panangian Simanungkalit, CEO Panangian School of Property saat ditemui, Kamis 25/02/2021.

Tetapi yg perlu diingat bahwa target pasar yang palilng sesuai dibidik oleh pengembang dalam mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya melalui medsos adalah kalangan milenial berusia 25-40 tahun.

Mengingat masih belum jelasnya kapan pandemi ini akan mulai mengalami tren menurun, maka pemberlakuan psbb masih akan berkepanjangan.

“Bahkan Bappenas memperkirakan bahwa pelaksanaan vaksinasi hingga mencapai 80% dari jumlah penduduk indonesia, diperkirakan dapat baru selesai dilakukan hingga tahun 2022, ( dalam rangka membangun herd immunity ), maka peran tranformasi digital dalam pemulihan bisnis properti, suka tidak suka pasti akan semakin signifikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *