7 JENIS PILIHAN INVESTASI PROPERTI

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

Properti masih menjadi investasi yang banyak diminati orang dari berbagai kalangan. Harga yang stabil bahkan cenderung mengalami kenaikan menjadi alasan utama banyak orang untuk mengalokasikan dana investasi mereka ke bidang investasi yang satu ini.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita harus mengenali jenis-jenis investasi properti apa saja yang kiranya akan menjadi pilihan terbaik. Karena setiap investasi memiliki kelebihan masing-masing.

Apa saja jenis pilihan investasi tersebut?

  1. Investasi Lahan Kosong
    Lahan dapat menghasilkan nilai tambah (added value) ketika lahan tersebut dikembangkan. Maksudnya, lahan dengan posisi yang strategis dan siap bangun (berupa kavling) akan menghasilkan nilai tambah setelah lahan itu dibangun rumah, ruko, atau produk properti lain diatasnya.
  2. Investasi Rumah Sewa
    Rumah sewa memiliki tingkat permintaan (demand) yang tinggi, terutama di kawasan-kawasan yang tengah berkembang (growth center). Capital gain pun dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun) dan biasanya capital gain rumah sewa rata-rata lebih tinggi dari tanah kosong. Sebab, rumah sewa telah memiliki manfaat langsung, berbeda dengan lahan kosong yang hanya memiliki manfaat tak langsung.
  3. Investasi Rumah Kos
    Tingkat permintaan rumah kos tergolong tinggi apalagi di kawasan yang berdekatan dengan kampus, pusat perbelanjaan, perkantoran atau retail center. Sebagaimana kita ketahui, mahasiswa umumnya memilih untuk tinggal di kampus daripada menyewa Rumah yang harganya lebih mahal.
  4. Investasi Ruko atau Rukan
    Permintaan tinggi terhadap suplai ruko atau rukan terutama di kawasan bisnis, perdagangan dan entertainment. Di kawasan seperti ini ruko dan rukan bisa menjadi pendukung ekonomi atau bahkan dapat menjadi motor utama penggerak roda ekonomi di daerah tersebut.
  5. Investasi Kios dan Toko
    Memiliki demand yang tinggi terutama di daerah retail trade area atau kawasan perdagangan. Jangka waktu sewanya yang menengah (2-3 tahun) dan kecenderungan penyewa yang bisa memperpanjang masa sewa nya jika sudah merasa nyaman berjualan di sebuah lokasi.
  6. Investasi Apartemen dan Kondominium
    Permintaan yang tinggi terutama di area CBD (Central Business District), kawasan pemukiman ekspatriat dan lingkungan kampus. Dengan cap rate tinggi (7-10%), resiko kekosongan pun rendah makan income yang datang dari sewa unit pun otomatis menjadi lancar.
  7. Investasi Ruang Perkantoran
    Memiliki capital gain yang lebih tinggi dibanding rumah sewa dan lahan kosong, yakni sekitar 7-12%. Dengan jangka penyewaan 1-3 tahun, lebih lama dari jangka penyewaan rumah, menjadikan perkantoran tidak hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga untuk memosisikan diri terhadap image tertentu yang diinginkan perusahaan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam bagaimana berinvestasi yang benar, investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini serta tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan, ikuti webinar online Panangian School of Property.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *