fbpx

Indonesia Property Expo Bukanlah Indikator Utama Properti Booming

Share

[Indonesia Property Expo Bukan Indikator Utama Properti Booming]

Panangian School of Property – Pada tanggal 15 Februari 2020 kemarin merupakan opening dari pameran khusus property yaitu Indonesia Property Expo (IPEX). Pameran properti tersebut berlangsung hingga 23 Februari mendatang. Tentu saja acara ini diramaikan oleh para developer yang menjajakan propertinya , investor yang datang untuk berinvestasi dan juga calon komsumen yang akan membeli properti yang tersedia.

Dengan adanya IPEX tahun 2020, muncul persepsi masyarakat yang santer terdengar bahwa pameran tersebut menjadi indikator kuat dari boomingnya sektor properti. Persepsi itu sudah menyebar di masyarakat membuat Panangian Simanungkalit sebagai pakar properti angkat bicara. “Memang properti tahun ini sedang merangkak naik. Tetapi indicator yang paling kuat naiknya properti bukanlah IPEX 2020” jelas pakar properti.

Kondisi ekonomi saat ini yang sudah mulai stabil membuat beragam sektor bisnis termasuk properti akan kembali ramai. Selain siklus properti yang sedang merangkak naik,  Founder Panangian School of Property (Panangian Simanungkalit) menerangkan bahwa  ada dua kebijakan yang dikeluarkan oleh BI.

“Ada dua indikator properti siap booming, yang pertama penurunan suku bunga BI 7 days repo rate hr ini terjadi dr 5%, menjadi 4,75%. Yang kedua kebijakan Loan to Value dari BI mulai berlaku dec 2019 dengan uang muka hanya 10% (sebelumnya kan 15%)” tutur Panangian saat diwawancarai di kantornya bilangan Jakarta Pusat.

Dua kebijakan Bank Indonesia tersebut sudah semakin mempermudah masyarakat dalam membeli properti. Dengan begitu, pasar akan semakin ramai dan investasi properti akan semakin digandrungi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *