PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) MELEJIT, SAINGI MODAL ASING

Share

[Sassy_Social_Share type="floating"]

JAKARTA – Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) melejit 25,24% pada 2020 menjadi Rp 55,05 triliun dibandingkan setahun sebelumnya yang sekitar Rp 43,96 triliun. 


Kondisi itu berbanding terbalik dengan penanaman modal asing (PMA) yang justru merosot 29,21% dari Rp 52,71 triliun menjadi Rp 37,31 triliun.
Peningkatan investasi di sub sektor perumahan, kawasan industri, dan perumahan menjadi pemicu melejitnya Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri. 


Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini orientasi Pemerintah jangan terlalu bergantung pada PMA. Semua negara sedang mengalami kesulitan yang sama.


“Dilihat secara global, pengusaha asing masih meliat sendiri-sendiri. Kalau diharap mereka ke sini agak susah karena mereka konsentrasi ke diri sendiri,” katanya saat diskusi virtual, dikutip dari Bisnis.com. 
Sutrisno menjelaskan bahwa Indonesia tidak seperti dengan negara-negara di Eropa yang sangat bergantung dengan tetangganya. Apabila ada satu masalah, maka terjadi efek domino.
Di lain kesempatan, Pengamat Properti sekaligus CEO Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa peningkatan yang tajam pada investasi domestik melalui PMDN tahun 2020 terjadi di sektor perumahan dan kawasan industri, sebaliknya investasi di sub sektor perhotelan mengalami anjlok dan paling tidak mengindikasikan 3 hal : 
1. Sub sektor perumahan adalah sub sektor yang akan lebih dahulu pulih dari seluruh sektor properti residential pada tahun ini, setelah mulusnya proses vaksinasi. Sedangkan sub sektor residential lainnya seperti ; apartemen, town houses akan menyusul pulih thn depan.  

2. Demikian pula dengan sub sektor kawasan industri juga merupakan sub sektor yg akan pulih lebih dulu dr seluruh sekor properti komersial. 3. Sedangkan sub sektor komersial  lainnya seperti hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan selain masih akan menunggu selesainya seluruh proses vaksinasi, pulihnya perekonomian domestik, pulihnya pasar properti komersial, dan juga masih menunggu kembali mulai bergeraknya industri pariwisata, yang diperkirakan masih akan memakan waktu 2-3 thn kedepan.


Panangian Simanungkalit mengemukakan bahwa Investasi domestik melalui PMDN jauh lebih tinggi pertumbuhannya di bandingkan investasi asing karena masih sulitnya pengendalian penyebaran covid secara global, terutama di benua eropa, amerika dan autralia, dan tertutupnya jalur penerbangan international sepanjang tahun lalu, maka kegiatan investasi para investor global, masih terkonsentrasi di wilayah domestik masing2 investor.    

                                             
“Selain faktor itu, investor asing juga sedang menunggu dan memantau sejauh mana kelanjutan dari aturan2 yang rinci, sebagai implementasi dr isi UU cipta kerja yg baru saja disahkan oleh pemerintah.” ungkapnya, Senin 8/2/2021.


 “Apakah benar tingkat kemudahan berinvestasi di indonesia akan jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelum2nya. Jadi investasi asing baru akan pulih tahun depan.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *