fbpx

PERUBAHAN POLA PEMASARAN PROPERTI KE RANAH DIGITAL

Share

Properti menjadi salah satu sektor yang terdampak perubahan pola pemasarannya selama pandemi COVID-19. Seperti yang lain, sektor ini mau-tak mau harus beradaptasi dengan ranah digital untuk menggantikan agenda yang biasanya dilakukan secara langsung.

Bukan tanpa tantangan tentunya. Menurut CEO Crown Group, Iwan Sunito, sesi siaran langsung dalam memperlihatkan model properti jadi satu sandungan yang harus dijawab secara tuntas. Namun demikian, ia menyambung, setidaknya ada tiga alasan pembelian properti secara virtual di masa kriris kesehatan global.

“Sudah tahu lokasi unit membuat klien yakin untuk berinvestasi properti,” katanya dalam jumpa pers virtual, Rabu, 27 Januari 2021. Kemudian, loyalitas dan kepercayaan pada sebuah brand juga dinilai Indra memengaruhi keputusan ini.” ujarnya dikutip dari Liputan 6.

Perubahan ini pun tak luput dari pengamatan Panangian Simanungkalit, pakar properti terkemuka di Jakarta. Saat di temui, Selasa 16/02/2021, Beliau mengatakan bahwa setelah terjadinya wabah covid-19, Industri Properti harus menyesuaikan diri terhadap kondisi yang baru, sebagai akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (psbb) yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tetapi pada saat yg bersamaan walaupun pemasaran secara virtual dianggap sebagai solusi ditengah kondisi pandemi, namun penurunan penjualan properti ( rumah dan apartemen), sepanjang tahun 2020, tetap tidak tertolong, bahkan anjlok sekitar 65% bila dibandingkan dengan tahun 2019.” ungkapnya.

Meskipun begitu, tren penjualan properti secara daring adalah sebuah solusi ditengah masih merebaknya penularan wabah covid-19.

“Bahkan walaupun pada saatnya nanti wabah ini sudah berlalu, tampaknya cara pemasaran melalui virtual tetap akan menjadi salah satu alternatif cara pemasaran properti yang semakin berkembang dan disukai,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *