Panangian School of Property

Sunset property atau sunset area

Apa Itu Sunset Property: Apakah Cocok untuk Investasi?

Apa itu Sunset Property? Jika Sunrise Property merujuk kepada properti di kawasan yang sedang “tumbuh dan berkembang”, maka Sunset Property adalah kawasan yang sedang “menua dan menurun”. Ibaratnya, Sunrise Property adalah anak muda yang sedang meningkatkan kualitas dirinya, sedangkan Sunset Property adalah pensiunan yang sedang menikmati masa tuanya.

Meskipun begitu, bukan berarti harga properti di lokasi Sunset Property mengalami penurunan. Menurut pengamat bisnis properti dan founder Panangian Property Community, Panangian Simanungkalit, jika pertumbuhan harga properti di suatu kawasan berada di bawah 10% per tahun, maka kawasan tersebut adalah lokasi Sunset Property.

Baca juga: Mau Jadi Investor Pro? Ayo, Pelajari Istilah Dalam Bisnis Properti!

Ciri-Ciri Utama Lokasi Sunset Property

Sebagai sebuah antitesis dari Sunrise Property, Sunset Property memiliki ciri-ciri yang berkebalikan. Panangian Simanungkalit menyebutkan ciri-ciri Sunset Property dalam sebuah unggahan di kanal YouTube resmi Panangian School of Property sebagai berikut

  1. Kawasannya sudah mapan. Artinya, usia properti di kawasan ini sudah lebih dari 20 tahun dan pembangunan properti baru sudah jarang atau bahkan berhenti sama sekali. Penghuni kawasan ini pun umumnya didominasi oleh penghuni lama.
  2. Nilai ekonomisnya turun. Ciri-ciri lainnya adalah nilai ekonominya yang menurun. Ciri-ciri ini akan semakin terlihat di kawasan yang berfokus sebagai pusat kegiatan bisnis. Lokasi Sunset Property mengalami perubahan kegiatan bisnis yang semula berbasis finansial menjadi perdagangan kelas menengah ke bawah.
  3. Penghuninya berangsur berkurang. Selain penurunan nilai ekonomis, lokasi Sunset Property juga kerap mengalami penurunan jumlah penghuni. Hal ini karena penghuni akan lebih memilih untuk pindah dan menetap di area yang lebih menguntungkan bagi mereka.
  4. Lokasinya tidak strategis. Ada banyak hal yang bisa membuat suatu kawasan menjadi tidak strategis. Di Jakarta, masalah utama yang sering ditemukan pada kawasan-kawasan ini adalah banjir. Selain itu, minimnya akses infrastruktur yang memadai juga berpengaruh besar.

Baca juga: Biar Makin Pro, Yuk Pelajari Cara Memilih Lokasi Investasi Properti

Beberapa Contoh Lokasi Sunset Property

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kawasan Sunset Property umumnya berlokasi di daerah-daerah yang sudah cukup tua. Sebagai pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda, kawasan-kawasan yang kini menjadi Sunset Area di Jakarta banyak yang dibangun di masa kolonial.

1. Harmoni

Kawasan yang terletak di Jakarta Pusat ini berlokasi dekat Istana Negara dan tidak jauh dari Glodok. Sejak masa kolonial pun kawasan ini dikenal sebagai kawasan tempat kalangan atas Belanda bersosialisasi, tepatnya di gedung Societeit de Harmonie. Usia tua dan pembangunan kawasan baru yang lebih modern lambat laun mengubah kawasan ini menjadi lokasi Sunset Property.

2. Kawasan Kota Tua

Kawasan Kota Tua Jakarta (Oud Batavia) adalah Kawasan Cagar Budaya yang sekaligus menjadi salah satu ikon Jakarta. Pada masa kolonial, kawasan ini adalah pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis perbankan. Pada tahun 1980-an, pemindahan pusat perbankan ke kawasan baru ditambah status Cagar Budaya yang dimiliki Kota Tua membuat nilai investasi properti di kawasan ini mengalami penurunan.

3. Kelapa Gading

Kelapa Gading mulai dikembangkan sebagai wilayah hunian menengah ke atas sejak tahun 1976. Kawasan yang masuk ke dalam wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara ini sempat menjadi lokasi Sunrise Property. Kini, persentase perkembangan nilai properti kawasan ini mungkin tidak sebesar daerah lain, tetapi rerata harga properti di Kelapa Gading tetap menunjukkan kelas kawasan ini.

4. Kemayoran

Dulu, masyarakat Jakarta mengenal kawasan ini identik dengan Bandar Udara Internasional Kemayoran. Bekas menara pengawas lalu lintas udara (Air Traffic Controller) pun masih berdiri. Sejak aktivitas penerbangan komersial dan industri pendukungnya dipindahkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kemayoran pun ditutup dan sebagian lahannya dibangun hunian.

5. Glodok

Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat dikenal sebagai salah satu kawasan Pecinan tertua di Jakarta. Salah satu ciri khas Pecinan di manapun adalah selalu menjadi pusat perekonomian, tidak terkecuali di Jakarta. Naas, seiring perkembangan jaman dan berkurangnya lahan kosong di kawasan ini, nilai properti di Glodok kini tidak semenggairahkan pada masa jayanya.

6. Mangga Dua

Serupa dengan Glodok, kawasan Mangga Dua sebagai salah satu Pecinan tertua di Jakarta pernah menjadi pusat kegiatan perbelanjaan. Pada awal 2000-an, misalnya, Mangga Dua dikenal sebagai pusat perbelanjaan komputer dan elektronik terbesar di Jakarta. Sayangnya, masa-masa kejayaan itu sudah lewat. Kini, kawasan Mangga Dua dianggap sebagai salah satu lokasi Sunset Property di Jakarta Utara.

Kesimpulan

Untuk menjawab pertanyaan apa itu Sunset Property, kita bisa menganalogikan kawasan ini sebagai seseorang yang sedang menikmati masa tua. Lantas, apakah properti ini cocok untuk dijadikan investasi? Jawabannya tidak cocok. Penurunan nilai ekonomis dan perkembangan harga properti di bawah 10% per tahun menjadikan kawasan ini kurang cocok untuk investasi.Untuk Anda yang tertarik mempelajari tips-tips dan semua hal tentang bisnis dan investasi properti, pakar properti terkemuka Indonesia Panangian Simanungkalit mendirikan Panangian School of Property. Di PSP, Anda bisa mengikuti berbagai program seminar serta workshop, dan lain-lain yang berkaitan dengan bisnis investasi properti di Indonesia. Kunjungi situs resmi PSP untuk melihat program-program yang ditawarkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top