Panangian School of Property

Profesi seorang flipper properti

Kenalan dengan Flipper Properti, Profesi Cuan Tanpa Jadi Agen

Flipper mungkin masih menjadi istilah dalam sektor properti yang belum terlalu populer di kalangan awam. Padahal, istilah ini sangat erat kaitannya dengan dunia properti. Lantas, apa itu flipper properti? Untuk itu, mari kenali serba-serbinya, mulai dari definisi, cara kerja, hingga keuntungan jika Anda menjadi seorang flipper properti.

Apa Itu Flipper Properti?

Jadi, apa itu flipper properti? Istilah tersebut berasal dari kata kerja dalam Bahasa Inggris, yaitu ‘flip’ yang berarti membalikkan. Maka, pengertian dari flipper properti adalah seseorang dengan pekerjaan membalikkan transaksi. Artinya, bisa saja yang awalnya merupakan pembeli kemudian dapat menjadi penjual dalam waktu singkat. Bagaimana bisa demikian?

Bagaimana Sistem Kerja Seorang Flipper Properti?

Sistem kerja seorang flipper properti berawal dari usahanya dalam mencari capital gain, dengan properti sebagai objek transaksinya. Flipper properti juga membutuhkan modal untuk memulai usahanya. Karenanya, seorang flipper properti harus mahir dalam mendapatkan modal sebesar mungkin. Makin cerdas dalam melakukan flipping (pembalikkan) pada properti, maka makin besar modal yang akan didapatkannya.

Apakah seorang flipper properti dapat mulai bekerja tanpa membutuhkan modal sama sekali? Tentu saja, meskipun artinya bukan tanpa uang sama sekali. Bila masih punya uang, meskipun tidak cukup dijadikan sebagai modal, seorang flipper properti harus mengandalkan kecerdasannya saat berstrategi. Bila berhasil, maka dia akan mendapatkan keuntungan jauh lebih besar dari modal awal yang dia miliki.

Sebenarnya, seorang flipper properti tetap membutuhkan sejumlah dana untuk modal awal. Selain uang muka, flipper properti juga membutuhkan biaya pembuatan surat perjanjian dengan notaris, biaya materai, dan masih banyak lagi.

Kendati demikian, uang muka yang biasanya dimiliki seorang flipper properti terbilang kecil. Namun, selama bisa mendapatkan kesepakatan dengan pemilik properti, maka flipper properti tetap dapat menambah modal mereka.

Salah satu strategi yang harus dimanfaatkan oleh flipper properti adalah PPJB (Perjanjian Perikatan Jual-Beli). Berikut adalah penjelasan terkait Surat PPJB:

  • Dibuat di bawah tangan atau dengan akta notaris.
  • Berisi penjelasan berupa subjek, objek, dan pasal-pasal transaksi atas kesepakatan bersama.
  • Menjelaskan bahwa yang disebut subjek adalah pihak yang terlibat dalam transaksi.
  • Menjelaskan bahwa yang disebut objek adalah properti yang dijadikan objek transaksi.
  • Menjelaskan bahwa pasal-pasal transaksi yang berlaku harus berisi harga properti, jumlah uang muka, hingga jangka waktu bagi flipper properti untuk melunasi pembayaran.
  • Sanksi yang berlaku bila salah seorang subjek terbukti telah melanggar perjanjian. Misalnya: ada yang memilih mundur dari perjanjian tanpa alasan jelas.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Dari Menjadi Seorang Flipper Properti?

Nah, bagi Anda yang tergiur dengan profesi ini, berikut adalah beberapa keuntungan jika menjadi seorang flipper properti:

  • Meraih Profit yang Banyak

Flipper properti yang lihai melihat peluang akan meraih profit yang banyak. Misalnya saja, dia tahu target pasar yang dirasa akan menguntungkan saat menawarkan properti.

  • Dapat Menjadi Profesi Sampingan yang Menguntungkan

Karena pekerjaan ini lebih bersifat freelance, flipper properti dapat menjadi profesi sampingan yang menguntungkan. Anda bebas mengatur waktu dan jumlah proyek yang ingin Anda kerjakan. Apalagi, keuntungan makin meningkat bila Anda jeli melihat peluang pasar yang strategis.

Selain itu, Anda juga tidak perlu mempunyai latar belakang pendidikan khusus untuk memulai karir ini. Selama punya minat dan mau terus belajar, Anda bisa menjadi seorang flipper properti yang andal. Kalau masih ragu dan ingin meningkatkan ilmu, Anda bisa belajar lagi di Panangian School of Property.

  • Menambah Pamor Lingkungan di Sekitar Properti

Bisa saja, lingkungan yang tadinya tidak tampak ideal jadi terlihat menarik begitu Anda mempromosikan properti tersebut. Dengan teknik flipping, lingkungan yang tadinya sepi peminat jadi mulai dilirik banyak orang.

Lalu, apa kekurangan dari menjadi seorang flipper properti? Selain jeli, ternyata Anda juga harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang kurang menyenangkan ini, seperti:

  • Risiko Finansial Bila Gagal

Kadang ada proyek yang membutuhkan dana banyak. Nah, bila hasilnya tidak sesuai harapan, Anda bisa kehabisan modal dan terkena masalah keuangan.

  • Rumah yang Ditawarkan Tetap Sepi Peminat

Sayangnya, bisnis properti pasti akan mengalami masa-masa sulit. Kadang ada rumah yang membutuhkan waktu sangat lama sebelum akhirnya laku terjual. Kadang, ada juga rumah yang tidak kunjung menarik peminat. Akibatnya, Anda yang harus bertanggung jawab.

Baca juga: Apakah Inflasi Mempengaruhi Harga Properti? Begini Faktanya!

Tertarik Menjadi Seorang Flipper Properti? Belajar Dulu, Yuk!

Nah, sesudah mengetahui apa itu flipper properti dan berminat menjalaninya, Anda bisa belajar terlebih dahulu soal properti. Untuk itu, Panangian School of Property menyediakan berbagai program berupa seminar serta workshop edukasi seputar ilmu properti. Anda bisa mendaftar di sini untuk menambah pengetahuan dan kompetensi seputar investasi properti.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top