Banyak pertimbangan ketika seseorang melakukan investasi, termasuk ketika memilih investasi properti atau reksadana. Kedua instrumen investasi ini mempunyai karakteristik yang berbeda. Untuk membantu Anda dalam menentukan pilihan investasi yang tepat, yuk kenali kedua instrumen investasi ini!
Investasi di Properti
Pilihan investasi properti bisa Anda lakukan dalam berbagai bentuk. Anda bisa membelinya dalam bentuk lahan kosong, ruko, rumah tinggal, apartemen, dan lain sebagainya. Dalam melakukan investasi properti, Anda perlu memahami kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut.
Kelebihan
Beberapa kelebihan investasi properti di antaranya:
1. Harga Properti Cenderung Mengalami Kenaikan
Properti merupakan aset yang menjanjikan tingkat keuntungan besar. Hal ini tidak lepas dari tren harga properti yang cenderung mengalami kenaikan. Rumah123.com dalam studinya mengungkapkan, harga properti di wilayah Jakarta pada Agustus 2022 mengalami peningkatan sebesar 2,7% dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Nggak Usah Ragu, Prospek Properti Tahun 2023 Makin Cerah!
2. Sumber Passive Income yang Menjanjikan
Kepemilikan properti bisa menjadi sumber penghasilan pasif. Anda bisa mendapatkan penghasilan tersebut dengan cara menyewakan bangunan. Kalau lokasinya strategis, Anda dapat menyewakannya dengan harga tinggi.
Baca juga: Biar Makin Pro, Yuk Pelajari Cara Memilih Lokasi Investasi Properti
3. Berguna untuk Jaminan Pengajuan Pinjaman
Berbeda dengan reksadana, Anda bisa memanfaatkan hak kepemilikan properti sebagai jaminan. Lewat manfaat ini, Anda pun dapat memperoleh akses pinjaman modal dengan jumlah yang cukup besar dari bank atau investor.
Kekurangan
Selain memperhatikan kelebihan, keputusan memilih investasi properti atau reksadana juga harus Anda lakukan dengan mempertimbangkan kelemahan aset properti, seperti:
1. Butuh Modal Besar
Hak milik atas properti memang menawarkan imbal hasil tinggi. Meski begitu, di waktu yang bersamaan Anda perlu mengeluarkan modal besar untuk melakukan pembelian aset properti. Apalagi, kalau Anda ingin aset properti yang berada di lokasi strategis.
2. Perlu Biaya Perawatan
Ketika mempunyai aset properti, Anda perlu mengeluarkan biaya perawatan bangunan secara rutin. Pengeluaran ini sifatnya sangat penting, bertujuan untuk mempertahankan kualitas bangunan agar tetap bagus.
3. Butuh Waktu Lama saat Dijual
Dibanding aset investasi lain, properti mempunyai likuiditas yang sangat rendah. Anda tidak bisa menjual aset properti secara mendadak dan melakukan transaksi dengan pembeli. Butuh proses panjang dan lama sampai Anda bisa menemukan pembeli potensial.
Baca juga: Biar Cepat Kaya! Ini 6 Cara Memasarkan Properti Agar Cepat Laku
Investasi di Reksadana
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan investasi properti, Anda perlu pula memahami informasi serupa untuk reksadana. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh gambaran yang jelas saat memilih investasi properti atau reksadana.
Kelebihan
Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda peroleh ketika memilih investasi reksadana, di antaranya:
1. Kemudahan Diversifikasi
Diversifikasi menjadi teknik penting dalam meminimalkan kerugian investasi. Anda bisa melakukannya dengan mudah ketika memilih aset reksadana. Anda bisa memilih berbagai jenis investasi reksadana, seperti reksadana pasar uang, reksadana saham, atau reksadana campuran.
2. Likuiditas Tinggi
Saat berinvestasi reksadana, Anda bisa melakukan pencairan dana dengan mudah dan cepat. Anda bisa melakukan penjualan aset reksadana dengan memperhatikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berlaku.
3. Modal Kecil
Reksadana merupakan jenis investasi yang bisa Anda lakukan dengan mudah. Anda bisa memilikinya cukup dengan modal uang ratusan ribu rupiah.
Kekurangan
Selain memperhatikan kelebihan, Anda perlu pula mengetahui kekurangan investasi reksadana, meliputi:
1. Wanprestasi
Reksadana memang menawarkan likuiditas tinggi. Hanya saja, terdapat risiko likuiditas berupa keterlambatan pembayaran perintah penjualan. Apalagi, pengelolaan dana investasi ada di tangan pihak ketiga, yakni manajer investasi.
2. Penurunan Nilai Aset
Nilai investasi reksadana cukup fluktuatif. Ada banyak faktor yang berpengaruh, termasuk di antaranya adalah penurunan nilai efek, kondisi ekonomi dan politik, dan lain sebagainya.
3. Biaya Kepemilikan Reksadana
Ketika berinvestasi reksadana, Anda perlu pula memperhatikan biaya ekstra berkaitan dengan kepemilikan reksadana. Biaya tersebut meliputi, switching fee, subscription fee, redemption fee, serta biaya transfer bank.
Jadi, Lebih Baik Investasi Properti atau Reksadana?
Sampai di sini, Anda sudah bisa memahami secara jelas kelebihan dan kekurangan yang bisa dipertimbangkan ketika memilih investasi properti atau reksadana. Namun, keputusan terkait pemilihan aset investasi tersebut tidak bersifat mutlak.
Pertimbangan dalam memilih aset investasi bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Hal ini mempunyai kaitan erat dengan berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan investasi masing-masing individu, termasuk di antaranya adalah:
- Gaya investasi
- Profil risiko
- Kondisi keuangan
- Tujuan berinvestasi
- Tingkat pengetahuan
Terlepas dari keputusan masing-masing individu, investasi properti menawarkan kestabilan nilai aset dibanding reksadana. Di sisi lain, investasi reksadana sangat rawan dengan adanya penyalahgunaan authority oleh manajer investasi.
Lebih lanjut, investasi properti menawarkan kemudahan yang tidak kalah dibanding reksadana. Apalagi, Anda bisa belajar berinvestasi properti dari ahlinya di Panangian School of Property. Kamu pun bisa mendapatkan banyak insight berharga dengan berpartisipasi pada program seminar dan workshop yang diselenggarakan Panangian School of Property. Nah, sekarang Anda sudah memiliki pertimbangan dalam menentukan pilihan investasi properti atau reksadana, kan? Semoga bermanfaat, ya.



